
Siapa yang tidak tahu rambu lalu lintas di atas? Semua pasti tahu apalagi yang bertahun-tahun menjadi pengendara kendaraan. Jadi apa istimewanya rambu tsb? Bagi yang pernah mengkuti ujian teori Surat Ijin Mengemudi (SIM) tentu akan tahu menarik dan istimewanya rambu tersebut. Salah satu pertanyaan yang kadang muncul pada saat ujian teori SIM berkaitan dengan rambu tsb adalah sebagai berikut.
Apakah arti rambu di atas?
a. Semua kendaraan bermotor dilarang masuk
b. Semua kendaraan kecuali sepeda dilarang masuk
c. Semua kendaraan kecuali pejalan kaki dilarang masuk
d. Semua kendaraan maupun pejalan kaki dilarang masuk
Nah selamat menjawab… 
Permalink
Tidak ada Komentar
Beberapa waktu lalu di Jakarta terjadi demonstrasi “mahasiswa”. Menariknya demonstrasi ini tidak jelas arahnya menentang kenaikan harga BBM atau mempertanyakan korban UNAS yang sayangnya berakhir dengan kerusuhan. Melihat kondisi yang sudah mulai kondusif atas kenaikan harga BBM, nampaknya demonstrasi tidak perlu dilakukan. Jika memang demo ttg korban Unas, kenapa demo dilakukan di gedung DPR/MPR, bukan di Polres Jakarta Selatan?
Jika dilihat dari sisi lain ada hal menarik yaitu bahwa seringkali demonstrasi massa adalah bertujuan untuk menuntut suatu kebenaran atau menginginkan sesuatu menjadi lebih baik. Sayangnya para pelaksana demonstrasi seringkali tidak mengaca diri atau tidak sadar diri. Ketidaksadaran tersebut mungkin bisa disajikan dalam beberapa pertanyaan berikut.
1. Benarkah naik di atas atap sebuah mobil yang sedang berjalan menuju tempat demo?
2. Benarkah berkedara dengan sepeda motor menuju tempat demo tanpa menggunakan helm?
3. Benarkah berdemo dengan mengganggu pengguna jalan lainnya?
4. Benarkah berdemo dengan merusak?
Jika semua jawaban di atas adalah tidak maka hanya ada 1 kalimat yang perlu diperhatikan.
NGACA DULU SEBELUM BERANGKAT DEMO….!!!!!
Permalink
Tidak ada Komentar
Setelah menjadi pengendara Bajaj Pulsar DTS-i 200cc berwarna biru, beberapa kali menemui kejadian yg menarik, yaitu setiap kali bertemu atau berpapasan dengan pengendara Bajaj Pulsar lainnya entah 180cc atau 200cc akan saling melempar salam dengan menglakson. Uniknya kejadian ini terjadi meskipun sang pengendara bukan anggota suatu komunitas seperti Pulsarian, Pulsarior, Power, dsb yg dapat diidentifikasi dengan adanya stiker pada bagian tertentu dari motornya. Mungkin ini terjadi karena merasa sebagai sesama pengendara Pulsar yang senasib dan sepenanggungan.
Senasib dan sepenanggungan yang dimaksud sepertinya adalah msh dipandang sebelah mata oleh beberapa pihak seperti image akan Bajaj beroda tiga (Bajaj RE) yang biasa berkeliaran di jalanan Jakarta selain itu merasa sepenanggungan sebagai orang-orang yang berani mengambil risiko mencoba produk baru yang belum teruji di Indonesia.
Berkaitan dengan image akan kendaraan roda tiga dan produk belum teruji, mungkin bisa disimak beberapa waktu lampau. Bajaj RE adalah kendaraan tahan banting terbukti dengan umurnya yang cukup tua saat ini masih mudah dilakukan reparasi dan tetap mampu beroperasi di jalanan ibukota. Selain Bajaj dahulu juga ada perusahaan otomotif lain yang sempat menggelindingkan produknya berupa bis di Indonesia yaitu Tata. Bahkan informasi terakhir saat ini Tata telah membeli Jaguar.
Dapat dilihat bahwa selama ini Bajaj menjalin kerjasama dengan berbagai pabrikan kendaraan baik Eropa maupun Jepang. Kerjasamanya dengan Piagio menghasilkan Bajaj RE bermesin 2 langkah (2 tak) yang saat ini masih beroperasi di Jakarta. Kerjasama lain dengan pihak Eropa adalah seperti penggunaan selang rem depan yang merupakan hasil kerjasama dengan Bosch atau penggunaan ban bermerek Eurogrip pada Bajaj XCD 125. Hal yang menarik adalah saat ini pihak Bajaj sedang menjajaki kerjasama dengan Ducati. Kerjasama dengan pihak Jepang adalah dengan pihak Kawasaki dengan penggunaan teknlogi ExausTEC yang diterapkan pada varian Pulsar, XCD, dan Kawasaki 250R.
Kembali pada topik, mungkin fenomena ini hanya akan terjadi sesaat ketika Pulsar masih cukup langka, ketika Pulsar sudah semakin banyak digunakan oleh masyarakat Indonesia saling bertegur sapa sebagai pengguna Pulsar akan menjadi langka.
Viva Bajaj Pulsar….
Permalink
Tidak ada Komentar
Beberapa tahun lalu ketika membaca salah satu seri dari novel Harry Potter terdapat kalimat yang kurang lebih demikian “…namun Dumbledore bergeming…”. Kalimat bermaksud menggambarkan Prof. Dumbledore tidak bereaksi atas suatu aksi. Wah sepertinya ada salah penerjemahan atau salah penulisan, mungkin seharusnya kalimat tersebut adalah “…namun Dumbledore tak bergeming…”.
Beberapa hari kemudian ada artikel di harian Kompas yang menggunakan kata bergeming untuk menyatakan tidak ada reaksi atas suatu aksi. Penasaran akan penggunaan kata ‘bergeming‘ tentu yang bisa menjawab adalah buku tebal yang bernama Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Hasil dari pencarian di dalam KBBI menunjukkan bahwa kata ‘bergeming‘ mempunyai arti ‘tidak bergerak sama sekali‘. Berarti banyak kesalahan dalam penggunaan kata ‘bergeming‘ selama ini.
Nasib perubahan kata yang menjadi memiliki arti yang berlawanan dari yang seharusnya juga dialami oleh kata ‘acuh‘. Seperti pada lagu dari Once (vokalis Dewa 19) yang awal baitnya kurang lebih demikian “Kau mulai acuhkan diriku…”. Kalimat tersebut bertujuan menunjukkan bahwa sang penyanyi telah tak dipedulikan lagi oleh kekasihnya, namun apabila dibaca pada KBBI akan diperoleh arti bahwa ‘acuh’ = ‘peduli’.
Apabila ditanyakan kepada teman, kenalan, saudara, mahasiswa, dsb akan kata ‘acuh’ berikut adalah skenario yang biasa terjadi.
Tanya: Apa arti dari kata ‘acuh’?
Jawab: Cuek, tak peduli.
Tanya: Jika demikian apa arti dari ‘acuh tak acuh’?
Jawab: ?????!?!?!?!? (bingung karena sadar jika salah)
Masihkah kita acuh tak acuh terhadap Bahasa Indonesia? 
Permalink
Tidak ada Komentar
3,14
Bagaimana cara membaca angka di atas?
Beberapa orang membaca angka di atas dengan cara sebagai berikut.
- Tiga koma empat belas
- Tiga koma satu empat
Manakah yang benar?
Sebagai pembanding jika angka di atas diperoleh dari perhitungan 22 dibagi 7 dengan menggunakan kalkulator maka akan diperoleh hasil sebagai berikut.
3,1428571428…dst
Hasil tersebut dapat diperingkas menjadi 4 angka di belakang koma menjadi 3,1428.
Apabila diperingkas menjadi 2 angka di belakang koma akan menjadi 3,14.
Jadi tentunya sudah dapat disimpulkan pilihan no.1 atau no.2 yang lebih tepat 
Permalink
2 Komentar
Beberapa waktu lalu di tvone di bagian strip berita yg sering berganti-ganti di bagian bawah layar televisi menuliskan bahwa Pak Amien Rais telah berkata tentang isu kerusuhan yang dilakukan oleh FPI (Front Pembela Islam) adalah untuk mengalihkan perhatian masyarakat dari isu kenaikan BBM.
Hal ini nampaknya mengulangi kejadian kenaikan BBM 2005 lalu, isu pada saat itu adalah konflik rebutan Blok Ambalat dengan Malaysia.
Sejak munculnya isu FPI ini, berita tentang BLT (Bantuan Langsung Tunai) nyaris tak terdengar, tentunya hal ini akan rawan dengan penyelewengan karena menurunnya kontrol dari media, maklum bukankah data yg digunakan adalah data kuno (2005).
Menariknya kasus FPI ini dekatkan dengan penyelenggaraan EURO 2008, bisa-bisa makin kabur saja masalah kenaikan BBM dan BLT.
Jika benar isu rencana akan ada kenaikan BBM lagi pada bulan September atau Oktober 2008 ini seperti yg tertulis di Kompas beberapa waktu lalu karena pemerintah tidak bisa menjamin tidak akan ada kenaikan BBM entah siapa lagi yg akan menjadi korban. Mereka rakyat kecil yang butuh idola atau sosok pahlawan atau sosok panutan yg justru menjadi korban.
Ambalat, FPI,.. siapa lagi berikutnya?
Permalink
2 Komentar
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara gaya kepemimpinan terhadap kesiapan implementasi knowledge management pada suatu instansi dengan menggunakan penilaian yang pernah dilakukan oleh Bailey (2007) dan Clark (2004). Metoda pengumpulan data yang digunakan adalah Purposive Sampling dengan menggunakan Judgement Sampling. Kuesioner diberikan langsung kepada responden dan langsung diterima pada saat itu juga. Kuesioner isian yang diterima adalah sebanyak 10 buah untuk kemudian dianalisis menggunakan Partial Least Square (PLS). Setelah dilakukan analisis terhadap kuesioner tersebut diperoleh simpulan bahwa pemimpin dengan gaya kepemimpinan delegatif yang paling sesuai dalam kesiapan implementasi knowledge management.
Informasi Lebih lanjut silakan download file berikut
Hubungan Gaya Kepemimpinan dengan Kesiapan Penerapan Knowledge Management
Penulisan Kutipan:
Adrianto Sugiarto Wiyono, Atik Dwi Utami, Muhammad Ridzal, Prih Haryanta,, Siti Zulaiha., (2008), “Hubungan Gaya Kepemimpinan dengan Kesiapan Implementasi Knowledge Management dalam Organisasi”, Tugas Mata Kuliah Knowledge Management, Institut Teknologi Bandung. (tersedia pada http://rianadrianto.wordpress.com).
Permalink
Tidak ada Komentar
Keppres no. 80 tahun 2003 tentang pengadaan barang dan jasa pemerintah tidak diatur secara eksplisit terutama tentang pengadaan jasa pengembangan sistem informasi. Tidak diaturnya hal tersebut bahkan hingga perubahan ketujuh menyebabkan kepastian hukum atas penanggung jawab keberhasilan proyek teknologi informasi dan komunikasi pada instansi pemerintahan menjadi kurang jelas di negara hukum ini. Pembahasan ini diharapkan dapat menjadi salah satu acuan dalam menyusun keppres tentang pengadaan barang dan jasa di pemerintahan terutama dalam pengadaan jasa pengembangan sistem informasi.
Informasi lebih lanjut silakan download file berikut.
File Aspek Hukum Pengadaan Barang dan Jasa STI Pemerintah
Penulisan Kutipan:
Adrianto Sugiarto Wiyono, Diah Elita Hapsari, Suhardi, Cahyana Ahmadjayadi., (2008), “Aspek Hukum Pengadaan Barang dan Jasa dalam Pengembangan Sistem Informasi pada Instansi Pemerintahan”, Prosiding e-Indonesia Initiative Forum, Jakarta. (tersedia pada http://rianadrianto.wordpress.com)
Permalink
Tidak ada Komentar
Banyak implementasi sistem teknologi informasi yang gagal disebabkan bukan karena faktor teknis namun lebih pada faktor sumber daya manusia. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa perilaku pengguna suatu sistem teknologi informasi memiliki peran penting terhadap keberhasilan implementasinya. Terdapat berbagai teori dalam hal ini seperti Teori Tindakan Beralasan atau Teori Reasoned Action (TRA), Teori Perilaku Rencanaan atau Teori Planned Behavior (TPB) dan Model Penerimaan Teknologi atau Technology Acceptance Model (TAM). Disarankan sebaiknya setelah pengembangan dan pelatihan perlu dilakukan pengujian dengan teori yang sesuai sehingga ketika pengalihtanganan sistem teknologi informasi dari pengembang kepada penggunanya sudah dapat diterima dengan baik serta sesuai kebutuhan, kenyamanan penggunaan dan dapat sebagai pendukung rencana implementasi sistem teknologi informasi.
Informasi lebih lanjut silakan download file berikut.
File Aspek Psikologi Implementasi STI
Penulisan Kutipan:
Adrianto Sugiarto Wiyono, Djamaludin Ancok, Jogiyanto Hartono M., (2008), “Aspek Psikologis pada Implementasi Sistem Teknologi Informasi”, Prosiding e-Indonesia Initiative Forum, Jakarta. (tersedia pada http://rianadrianto.wordpress.com)
Permalink
Tidak ada Komentar
Berikut beberapa fungsi lampu sinyal (sein) pada kendaraan bermotor
Berkedip kiri
1. Akan berbelok ke kiri
2. Akan berpindah jalur ke kiri
3. Akan menepi dan berhenti
4. Memersilakan kendaraan di belakangnya untuk mendahului
Berkedip kanan
1. Akan berbelok ke kanan
2. Akan berpindah jalur ke kanan
3. Akan mendahului kendaraan di depannya
4. Memberi tahu kendaraan di belakangnya jangan mendahuluinya (karena ada kendaraan dari arah berlawanan dsb.)
Berkedip keduanya
1. Berhati-hati
2. Akan lurus pada simpangan (pertigaan maupun perempatan)
Ada yg mau menambahkan? 
Permalink
5 Komentar