Sekedar Diskusi dan Berbagi Pikir

Nunut (Numpang) Berqurban

21 April 2008 · & Komentar

Beberapa tahun lalu di Jawa Pos pada saat sekitar hari raya Qurban menyajikan sebuah cerita menarik yang kurang lebihnya sebagai berikut.

Ada sebuah keluarga terdiri dari seorang bapak, seorang ibu dan mempunyai 6 orang anak. Pada hari Idul Adha sang bapak berkeinginan untuk berqurban seekor sapi, sepengetahuannya bahwa sapi dapat diqurbankan atas nama 7 orang. Menurut pemikiran sang bapak tersebut, anak terkecilnya masih berusia 2 tahun tentunya bisa dong numpang jadi 1 ekor sapi diqurbakan atas nama 8 orang. Namun sebagai orang beriman sang bapak ragu-ragu dan memilih untuk mengunjungi ustadznya hasilnya tetap bahwa 1 ekor sapi memang hanya untuk 7 orang. Merasa kurang puas sang bapak mencari ustadz-ustadz yang lain, namun hasilnya tetap sama, sampai-sampai para ustadz menunjukkan berbagai buku dan referensi untuk memastikan bahwa tidak ada hukum yg menjelaskan/memperbolehkan anak terkecilnya numpang berqurban. Sampai pada suatu ketika sang bapak bertemu seorang ustadz yang menjawab “boleh” dengan syarat. Bukan main girangnya sang bapak dan siap melaksanakan syarat yg diminta. Sang bapak pun bertanya syarat tersebut dan alasan munculnya ayat tersebut.

Ustadz tersebut memberi penjelasan dan berkata “Bisa pak anak bapak nunut qurban tapi anak bapak kan masih kecil, nah nanti di surga bapak sekeluarga bisa naik ke atas punggung sapi tapi yg kecil naiknya pasti kesulitan jadi perlu pijakan, nah pijakannya tentunya yg lebih kecil dari sapi yaitu kambing”

Maka pulanglah sang bapak dari rumah sang ustadz menuju pasar hewan untuk membeli kambing dengan tersenyum puas.

Nampaknya cara berkomunikasi memang utama.

Kategori: Belajar & Pendidikan · Senyum
Ditandai: , , , , , , ,

2 tanggapan so far ↓

Tinggalkan sebuah Komentar