Dahulu kala pada masa Nabi Nuh a.s. (Noah) mengalami banjir dan terapung-apung di dalam bahtera bersama dengan mereka yang beriman dan para satwa yang masing-masing jenis sepasang, terjadi gelombang besar yang mengakibatkan bahtera tidak stabil. Demi menyelamatkan bahtera dan bumi dari kepunahan makhluk hidup maka para satwa mengadakan musyawarah demi mufakat. Disimpulkan bahwa penyebab ketakstabilan bahtera adalah karena kelebihan muatan dan dinosaurus sebagai tertuduh utama, untuk itulah dinosaurus harus mau mengorbankan diri dengan menceburkan diri ke dalam banjir. Dinosaurus menolak tuduhan tersebut dan mengajukan keberatan.
Atas nama keadilan maka diputuskan bahwa diadakan sayembara melawak dengan syarat lawakan harus lucu. Definisi lucu yang dimaksudkan pada sayembara ini adalah apabila semua satwa tertawa tanpa kecuali, sehingga apabila ada 1 satwa saja yang tidak tertawa maka jatuhlah hukuman bagi satwa penyampai cerita. Hukuman yg dikenakan adalah diceburkan ke dalam banjir.
Untuk menghormati dinosaurus sebagai satwa terbesar maka dinosaurus memperoleh kesempatan pertama sebagai penyampai lawakan. Saking lucunya semua satwa tertawa, kecuali babi…..
Sesuai kesepakatan maka dinosaurus wajib diceburkan ke dalam banjir dan punahlah dinosaurus…
Sebagai satwa terbesar kedua maka kesempatan berikut diberikan kepada gajah, sesaat sebelum gajah melawak, babi mendadak tertawa terpingkal-pingkal. Kejadian tersebut mengejutkan dan membuat penasaran satwa-satwa lain. Jawaban babi ketika ditanya oleh satwa-satwa lain adalah “Saya baru paham cerita dinosarus tadi”.
Tetaplah konsentrasi agar tidak merugikan teman lain ya
5 tanggapan so far ↓
Enal Farid // 22 Januari 2009 pada 19:22 |
wkkkkk….asli bro ale pung carita lucu..
Bt pung perut saki gara2 katawa…
retma // 25 September 2009 pada 11:07 |
kta tdk tau bhwa dinosaurus tlah pnah
ladyJANE // 12 Oktober 2009 pada 10:24 |
GUE KIRA BENERAN…………………!!!!!!!!!!!!
herina // 16 Oktober 2009 pada 19:09 |
kasian banget siy dinosaurus nya!
yakubsolo // 18 Oktober 2009 pada 18:24 |
Semoga di Bina Tunggal nggak ada dinosaurusnya ya Pak ….