Beberapa waktu lalu di Jakarta terjadi demonstrasi “mahasiswa”. Menariknya demonstrasi ini tidak jelas arahnya menentang kenaikan harga BBM atau mempertanyakan korban UNAS yang sayangnya berakhir dengan kerusuhan. Melihat kondisi yang sudah mulai kondusif atas kenaikan harga BBM, nampaknya demonstrasi tidak perlu dilakukan. Jika memang demo ttg korban Unas, kenapa demo dilakukan di gedung DPR/MPR, bukan di Polres Jakarta Selatan?
Jika dilihat dari sisi lain ada hal menarik yaitu bahwa seringkali demonstrasi massa adalah bertujuan untuk menuntut suatu kebenaran atau menginginkan sesuatu menjadi lebih baik. Sayangnya para pelaksana demonstrasi seringkali tidak mengaca diri atau tidak sadar diri. Ketidaksadaran tersebut mungkin bisa disajikan dalam beberapa pertanyaan berikut.
1. Benarkah naik di atas atap sebuah mobil yang sedang berjalan menuju tempat demo?
2. Benarkah berkedara dengan sepeda motor menuju tempat demo tanpa menggunakan helm?
3. Benarkah berdemo dengan mengganggu pengguna jalan lainnya?
4. Benarkah berdemo dengan merusak?
Jika semua jawaban di atas adalah tidak maka hanya ada 1 kalimat yang perlu diperhatikan.
NGACA DULU SEBELUM BERANGKAT DEMO….!!!!!
0 responses so far ↓
There are no comments yet...Kick things off by filling out the form below.