Masukan dari April 2009
Beberapa pembesar partai yg merasa hasil pemilu legislatif tidak memuaskan mereka mempersoalkan DPT (Daftar Pemilih Tetap). Ada beberapa kemungkinan mereka mempersoalkan ini yaitu
- Memang merasa harus memperjuangkan kebenaran
- Sekedar melampiaskan emosi sesaat alias curcol (curhat colongan)
- Tidak paham ilmu statistik
Jika memang demi kebenaran tentunya pertanyaan selanjutnya, kebenaran yg seperti apa karena menurut epistemologi ada beberapa jenis kebenaran, seperti kebenaran subjektif, kebenaran objektif, kebenaran (lagi…)
Kategori: Politik
Ditandai: dpt, filsafat, kebenaran, partai, Pemilu, Politik
Seringkali kita mendengar atau membaca tulisan “merubah”, kata ini menarik untuk sedikit diperhatikan. Sudah pasti kata tsb menggunakan awalan ‘me-‘ , dengan demikian maka kata dasarnya adalah “rubah” padahal rubah adalah binatang sejenis srigala.
Jika rubah yg merupakan binatang boleh dibentuk menjadi kata kerja maka tentunya kata kucing boleh juga dibentuk menjadi kata kerja dengan menambahkan awalan “me” sehingga terbentuk kata “mengucing” kira-kira artinya apa ya..???
Kategori: Bahasa Indonesia · Belajar & Pendidikan
Ditandai: bahasa, Bahasa Indonesia, Mengubah, Merubah, tata, tata bahasa
KTT Asean gagal digelar di Thailand disebabkan gelombang demo dari anggota masyarakat yg biasa disebut dengan kelompok berbaju merah dan mengganggu bahkan sampai masuk ke hotel tempat para tamu negara beristirahat. Jika memang masyarakat Thailand tidak setuju dengan pemerintahnya mengapa harus melakukan tindakan yg nampaknya tidak pantas diterima para tamu. Selain itu dr pihak pemerintah Thailand nampaknya kurang siap menerima gelombang demonstrasi yg sedemikian besar. Bahkan sebuah tank militer berhasil dikuasai oleh demonstran.. weew.. ada apakah gerangan..???
Jika hal ini terjadi di Indonesia, apa yg sebaiknya dilakukan oleh pemerintah dan aparat? Bolehkah aparat menghalau demonstran dengan peralatan seperti meriam air, gas air mata, peluru karet dan sebagainya dengan alasan demi keamanan bangsa dan negara..???
Kategori: Politik
Ditandai: Baju Merah, demonstrasi, Politik, Thailand
Pada masa kampanye beberapa waktu lalu ada hal menarik yg mungkin menarik untuk disimak. Hal tersebut seperti munculnya kontrak-kontrak politik, janji-janji, yg ditawarkan baik oleh partai maupun oleh para calon wakil rakyat. Terlepas mereka akan memenuhi kontrak dan janjinya yg lebih menarik rupanya ada beberapa calon wakil rakyat yg sudah berusaha memesan kamar yg bukan sembarang kamar, yaitu kamar rumah sakit jiwa (RSJ), entahlah ada juga yang memesan kamar mayat atau tidak.
Dari fenomena ini terlihat sebenarnya beberapa caleg sudah menyadari akan kekuatan dirinya sendiri, namun mengapa mereka tetap maju mencalonkan diri sebagai wakil rakyat. Jika kemungkinan terburuk saja mereka tidak siap, yakinkah mereka siap menerima limpahan harta atas tugasnya mewakili suara rakyat…???
Kategori: Politik
Ditandai: Caleg, Calon Legislatif, Legislatif, Pemilihan Umum, Pemilu, Politik, Presiden
Ikut Memilih Presiden tidak Ikut Memilih Legislatif, itulah kalimat yang beberapa kali terdengar dalam Pemilu legislatif 2009 kali ini. Ketika disusul dengan pertanyaan mengapa mereka lebih memilih ikut Pemilu presiden dibanding Pemilu legislatif, berikut beberapa jawaban mereka
- Ah, jadi anggota DPR paling juga ntar mereka jd koruptor, jd buat apa milih koruptor?
- Yg banyak jd caleg kan artis, emg mereka tahu apa tentang politik?
- dsb.
Dari fenomena di atas nampaknya dapat ditarik hipotesis sbb. (lagi…)
Kategori: Politik
Ditandai: Caleg, Calon Legislatif, Legislatif, Pemilihan Umum, Pemilu, Politik, Presiden
Hari ini telah memasuki minggu tenang sebelum pemilu legislatif dilaksanakan di seluruh penjuru negeri ini. Menarik untuk disimak tentang beberapa partai politik yg selama berkampanye menyatakan akan melakukan perubahan. Pertanyaan yg muncul kemudian adalah mengapa harus berubah? Apakah pemerintahan saat ini sedemikian buruknya sehingga harus berubah..???
Perubahan identik dengan mengganti total sesuatu yg lama dengan sesuatu yg baru. Jika demikian maka akan ada kecenderungan untuk tidak berjalannya perencanaan yg sudah dicanangkan sebelumnya krn dianggap peninggalan pemerintah yg lama. Mungkin yg paling terasa bagi masyrakat adalah di bidang pendidikan sehingga muncul ungkapan “tiap ganti menteri kok ganti aturan”. Hal tersebut paling terasa karena hampir semua orang tua pasti memiliki anak yg masih sekolah.
Kapan pembangunan akan berhasil jika setiap 5 tahun atau 10 tahun sekali ganti aturan mainnya..??
Ya semoga saja jika terjadi pergantian pemerintah tidak akan mengubah kebijakan jangka panjang dari pemerintah sebelumnya hanya karena semata-mata demi kata “perubahan”. Amin…
Kategori: Kepemimpinan · Politik
Ditandai: kampanye, perubahan, Politik