Panduan Keselamatan Berkendara di Jalan Tol Cipularang km 90 s/d km 100

4 Jan

Kondisi Kendaraan

  • Sebelum melakukan perjalanan, pastikan kendaraan dan ban berada dalam kondisi laik
  • Patuhi ketentuan batas maksimal penumpang dan barang

Batasi Kecepatan Kendaraan

  • Kecepatan maksimum berkendara di jalan tol adalah 80 km/jam
  • Ketika melewati turunan panjang, pertahankan kecepatan maksimum pada 80 km/jam
  • Gunakan perseneling/gigi kecil untuk membantu rem kendaraan
  • Dihimbau untuk tidak menetralkan perseneling/gigi pada saat turunan karena berbahaya
  • Selalu jaga jarak aman dengan kendaraan di depan Anda

Gunakan Lajur dengan Benar

  • Tetap berada di lajur kiri selama berkendara
  • Lajur kanan hanya untuk mendahului
  • Hindari mendahului dari lajur kiri
  • Perhatikan rambu-rambu lalu lintas

Istirahat

  • Jangan memaksakan diri untuk mengemudi dalam keadaan lelah/mengantuk
  • Gunakan tempat istirahat jika Anda lelah/mengantuk

Lokasi Tempat Istirahat

Ruas Jakarta – Cikampek
Arah ke Cikampek
km 19, 39, 57                Parkir, Musholla, Toilet, Restoran, BBM
km 33, 50                       Parkir, Musholla, Toilet, Kafe

Arah ke Jakarta
km 42, 62                       Parkir, Musholla, Toilet, Restoran, BBM
km 34, 71                        Parkir, Musholla, Toilet, Kafe

Ruas Cipularang
Arah ke Bandung
km 72                               Parkir, Musholla, Toilet, Restoran, BBM
km 88                               Parkir, Musholla, Toilet, Restoran, BBM

Arah Jakarta
km 88                               Parkir, Musholla, Toilet, Restoran, BBM
km 97                               Parkir, Musholla, Toilet, Restoran, BBM

Ruas Padaleunyi
Arah ke Cileunyi/Sumedang
km 147                             Parkir, Musholla, Toilet, Restoran, BBM

Arah ke Jakarta
km 125                             Parkir, Musholla, Toilet, Restoran, BBM

Ruas Pasteur arah Jakarta
km 1 Pasteur                Parkir, Musholla, Toilet, Kafe

(Sumber: Jasamarga)

Petunjuk Tertib Berlalu Lintas di Jalan Tol

20 Nov

Keamanan dan kenyamanan di ajalan raya didambakan setiap pengendara kendaraan bermotor, termasuk pengendara mobil di jalan tol. Syarat utama memperoleh kedua hal tersebut adalah memahami arti tertib lalu-lintas, baik di jalan tol maupun bukan tol. Kemacetan dan kecelakaan di jalan raya sebagian besar disebabkan karena kurang tertibnya pengendara, termasuk mengabaikan kepentingan dan keselamatan kendaraan lain. Berikut hal-hal penting sebagai acuan dan pegangan pengendara, demi kenyamanan bersama.

Jalan tol adalah jalan bebas hambatan, artinya jalan yang tidak memiliki perlintasan sebidang, dengan titik masuk dan titik keluar yang terkendali.

Kecepatan lalu lintas di jalan tol sangat tergantung dari jumlah kendaraan yang menggunakannya, semakin padat semakin lambat kecepatannya. Cara mengemudi kendaraan juga sangat menentukan kelancaran lalu lintas di jalan bebas hambatan.

Perhatikan Kecepatan. Kita dapat membantu kelancaran laluu lintas di jalan tol dengan memperhatikan hal-hal berikut ini. Selalu sesuaikan kecepatan Anda dengan kecepatan lalu lintas di lajur tempat Anda berada. Jangan kurangi kecepatan bila tidak perlu.

Lajur Penyesuaian. Semua titik keluar masuk jalan tol selalu dilengkapi dengan lajur khusus perlambatan/percepatan (lajur penyesuaian). Jika kita akan keluar dari jalan tol, perlambat kendaraan di lajur penyesuaian, bukan di lajur utama. Jika kita akan masuk jalan tol, percepat kendaraan di lajur penyesuaian sehingga pada saat bergabung di lajur utama kecepatan kita telah sesuai dengan kecepatan lalu lintas yang ada.

Bahu Jalan. Bahu jalan hanya digunakan untuk keadaan darurat seperti gangguan mesin atau ban. Bila kita akan kembali masuk lajur lalu lintas, sesuaikan kecepatan kendaraan di bahu jalan sebelum bergabung ke lajur lalu lintas.

Melihat dan Dilihat. Lampu kendaraan bukan saja agar kita dapat melihat dalam kondisi gelap, tetapi juga agar dapat dilihat oleh kendaraan lain. Nyalakan lampu pada saat cuaca mulai meremang karena hujan, kabut atau menjelang malam, agar dapat terlihat oleh kendaraan lain.

Lampu Hazard. Apabila kita terpaksa berhenti di lajur lalu lintas, segera nyalakan lampu hazard agar pengendara lain menyadarinya, untuk menghindarikecelakaan. Lampu hazard hanya digunakan pada keadaan darurat pada kondisi normal menggunakan lampu biasa.

Prinsip yang hendaknya selalu kita pegang adalah sbb.

  • Jangan sampai kita menghambat arus lalu lintas
  • Selalu sesuaikan kecepatan kita dengan arus lalu lintas yang ada
  • Jaga keamanan dan keselamatan orang lain dan diri sendiri.
  • Kepentingan umum harus selalu didahulukan, jangan sampai kita mengganggu lalu lintas.

(Sumber: Buku Petunjuk Tertib Lalu lintas di Jalan Tol, Jasamarga)

Prediksi Juara 3 & 4 Sepakbola SEA Games XXVI

19 Nov

Dari 3 prediksi sebelumnya ternyata saat ini sudah 2 prediksi terpenuhi dan tinggal menunggu final pada hari senin sebagai pembuktian 1 prediksi yg tersisa. Setelah beberapa saat memikir, ternyata ada 1 lagi prediksi yang belum dibuat, yaitu siapakah yang akan menjadi juara 3 dan 4.

Pertandingan untuk memperebutkan tempat ketiga dan keempat ini akan dijalani oleh Myanmar melawan Vietnam. Jika data yang digunakan hanya sebatas data semifinal maka kemungkinan besar yang menang adalah Vietnam, dengan kata lain Vietnam akan menjadi juara ketiga. Hal ini mengingat Vietnam telah kemasukan 2 gol, sedangkan Myanmar hanya 1 gol.

Kita lihat saja nanti hari senin…🙂

Wallahu alam….

Prediksi Sepak Bola Indonesia di SEA Games XXVI

17 Nov

Setelah Indonesia kalah dari Malaysia 1-0 di babak penyisihan grup A, jejaring sosial penuh dg berbagai komentar. Mayoritas komentar adalah jengkel, keki, marah, hanya sebagian kecil yg tetap optimis dan menghibur diri. Kesel, jengkel, keki, dan marah boleh saja tapi perlu juga dilihat dari sudut pandang lain.
1. Pemain yg diturunkan pelatih adalah pemain lapis kedua. Mengingat apapun yg terjadi dengan pertandingan hari ini melawan Malaysia, Indonesia tetap lolos ke babak berikut, selain itu adalah untuk memberikan kesempatan pemain utama beristirahat karena akan menghadapi pertandingan semifinal dan final nantinya.
2. Dengan semakin sering pemain lapis kedua turun maka dalam jangka panjang Indonesia bisa memiliki 2 tim yg kuat baik lapis pertama maupun kedua. Di sisi lain adalah agar pemain lapis kedua merasakan atmosfer pertandingan kelas internasional.
Yang paling menarik tentunya adalah dengan kalahnya Indonesia justru semakin mendekatkan tim sepakbola Indonesia dengan medali emas SEA Games kali ini. Lho koq bisa..?!?!?!?!
Hmm…. beberapa kali memrediksi final sepak bola dg menggunakan teori pada buku “Dare to Fail” baik piala dunia, piala eropa, bahkan piala AFF kemarin pun tepat. Ya mungkin tidak akan selalu tepat, namanya juga statistik. Trus gimana prediksi Indonesia di SEA Games kali ini..?? Seperti yg sudah disebutkan sebelumnya bahwa dengan kekalahan ini akan mendekatkan Indonesia ke medali emas, hal ini mengingat dari keempat finalis, Indonesia, Malaysia, Vietnam, & Myanmar, hanya Indonesia lah yg pernah kalah, sedangkan ketiganya terburuk hanya seri. Indonesia sbg runner-up grup A akan bertemu dengan Vietnam sbg juara grup B, dengan kondisi Indonesia pernah kalah, maka peluang Indonesia untuk menang melawan Vietnam menjadi lebih tinggi. Di lain pihak Malaysia akan berhadapan dengan Myanmar, melihat jumlah kemenangan yang diraih Malaysia di bawah atau kurang jika dibandingkan kemenangan yg dicapai oleh Myanmar, jadi kemungkinan yg akan menang adalah Malaysia.
Naaaahhh klo begini, berarti Indonesia akan bertemu dengan Malaysia kembali. Berhubung Indonesia sudah memiliki nilai kalah 1 kali dan Malaysia sama sekali belum pernah kalah, jadi kemungkinan besar Indonesia akan menjadi pemenang. Begitulah kira-kira prediksi atas dasar teori-teori yg koq ya kebetulan beberapa kali benar. Klo salah, ya nasib, masuk dalam kategori error factor atau bias hehehe….
Ga percaya..?!?!?
Wani pira…??? hehehe…
Wallahu ‘alam🙂

Sedikit Evaluasi tentang Pelatihan Aman Berkendara

20 Sep

Kemarin ketika kopdar dapat laporan bahwa pada saat dilaksanakan suatu pelatihan aman berkendara di Bogor justru memakan korban. Meski tidak sampai meninggal atau luka berat namun lebih kurang sedikit cedera pasti ada, belum lagi rusaknya kendaraan yg digunakan. Mengingat kabarnya bahwa si pengendara tubuhnya cukup kecil dan tertimpa sepeda motor seberat 148kg (kosong dan berhenti). Tentunya jika ditambah gaya dari lajunya kendaraan dan isi bahan bakar serta oli bisa mencapai 200kg. Fiiuuhhh…..

Bagaimana kecelakaan ini terjadi..??

Hal ini berawal dari instruksi dari instruktur pada saat sesi teknik pengereman mendadak/emergency brake/sudden brake. Instruksinya adalah rem habis depan dan belakang tanpa meremas kopling. Sudah tentu siapapun yg membaca tulisan ini tahu apa efeknya…
Mungkin instruktur bisa berkilah, “Lho yg lain buktinya banyak yg tidak apa-apa koq”. Tentunya hal yg berkaitan dg kilah tersebut adalah pertanyaan “Yang selamat meski melanggar lalu lintas juga banyak kan?” disusul dengan “Jadi buat apa diadakan pelatihan aman berkendara?”.
Kecelakaan ini bukan yg pertama, karena pernah kejadian sebelumnya dg penyebab yg sama ketika diadakan pelatihan aman berkendara di WTC Mangga Dua beberapa waktu lalu. Untungnya ketika di WTC Mangga Dua sang pengendara tidak sampai terpelanting dan tertimpa sepeda motornya.
Penyelenggara selalu menyatakan mengacu standar MSF (Motorcycle Safety Foundation) Amerika. Menariknya teknik pengereman ini tidak ditemui dalam pratice guide dari MSF, entah jika poin ini terlewat saya baca atau mungkin inovasi baru dari penyelenggara.
Selain kejadian tersebut dari berbagai laporan yang masuk dan dicoba untuk dikaji, berikut beberapa poin yg mungkin perlu sebagai perhatian

  1. Pada pengereman darurat (emergency braking), peserta akan diminta mengerem tanpa melakukan kopling, sehingga kendaraan berhenti krn 2 hal, 1 rem, 2 matinya mesin. Namun tolong perhatikan apa yg terjadi jika mesin mati mendadak disebabkan semua komponen di dalamnya mengunci..?? ? kita tidak akan punya kontrol thd kendaraan dan risiko merusak komponen mesin (ingat sepeda motor ini berat kotornya sesuai buku adalah 230kg);
  2. Pada saat praktikum “bumpy road” oleh “trainer” pengendara dilarang mengangkat pantat. Pertanyaanya kenapa tidak boleh? bukannya dg mengangkat pantat mengurangi beban thd tulang belakang shg kemungkinan cedera tulang belakang pun dpt dihindari, selain itu sy belum ketemu referensi dari mana pun yg melarang pengangkatan pantat ini, termasuk dari MSF. Entah jika ada referensi yg terlewat sy baca;
  3. Masih berkaitan dg bumpy track, balok yg digunakan terlalu besar dan masih berbentuk siku shg menyulitkan pengendara dan agak menyiksa kendaraan. Sebelum melewati bumpy track ternyata instruktur tidak mengenalkan terlebih dahulu cara melalui bumpy track dg baik spt standing attack position atau sitting down attack position atau cara2 spt yg dilakukan untuk berkendara off-road.

Mengingat sudah terjadi lebih dari sekali apakah tidak ada tinjauan dan evaluasi dari penyelenggara..?? Jika memang tidak tentunya sangat disayangkan sehingga pelatihan ini hanya sekedar membuang energi, waktu, dan uang. Entah jika memang diniatkan yg lain🙂
Justru mungkin publik pengguna jasa si penyelenggara perlu mempertanyakan apa sih kompetensi penyelenggara..?? apakah penyelenggara punya sertifikat sebagai instruktur pelatihan aman berkendara..?? jangan2 sertifikat pernah mengikuti pelatihan aman berkendara pun tak punya..?? jika demikian apabila penyelenggara mengeluarkan sertifikat bagaimana keabsahan sertifikat tersebut..?? jika memang isi pelatihan mengacu kepada MSF, apakah penyelenggara sudah mendapatkan ijin untuk menggunakan standarnya dalam melaksanakan pelatihan..?? setidaknya pernahkan penyelenggara mengikuti pelatihan yg diadakan MSF..??
Penyelenggaraan ini jika ditinjau dari UU No.22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan mungkin pasal2 berikut dapat sebagai acuan.
Ruang Lingkup Keberlakuan UU pd pasal 4c
Kegiatan yang berkaitan dengan registrasi dan  identifikasi Kendaraan  Bermotor  dan  Pengemudi,  pendidikan  berlalu lintas,  Manajemen  dan  Rekayasa  Lalu  Lintas,  serta penegakan hukum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.
Pasal 78 ayat 1
Pendidikan  dan  pelatihan  mengemudi  diselenggarakan oleh  lembaga  yang mendapat  izin  dan  terakreditasi  dari Pemerintah.
Jadi silakan menilai sendiri penyelenggaraan kegiatan pelatihan aman berkendara tersebut.
Masa’ sih katanya mau mengajak tertib berlalu-lintas tapi ‘mungkin’ nampaknya justru bertentangan dg UU tersebut.🙂
Yuk mari kita tertib berlalu-lintas dan selalu melatih mental dan kemampuan kita serta berpikiran terbuka sehingga tidak jatuh korban sia-sia. sehingga tidak harus mengingatkan kita kepada anekdot sbb.

 

Penumpang Becak: “Bang, ke depan situ berapa?”
Abang Becak: “Sepuluh ribu”
Penumpang Becak: “Ah, dua ribu aj, biasa juga segitu koq”
Abang Becak: “Ok”
Setelah beberapa saat berjalan BRAAAKKK….
Penumpang Becak: “Adduuhh… Abang gimana sih koq ugal2an, nabrak kan kita…”
Abang Becak: “Murah koq mau selamat”

Mohon maaf jika ada yg kurang berkenan atas tulisan ini, semua hanya demi aman di jalan.

Tip dan Trik Mudik dengan Blazer

14 Agu

1. Persiapan

a. Rute dan Peta

Siapkan peta dan rute yang akan dilalui selama perjalanan berserta jalur alternatifnya. Peta mudik lebaran yang disediakan oleh beberapa vendor cukup membantu. Tentukan pula titik-titik istirahat dan pengisian bahan bakar. Apabila memiliki GPS (Global Positioning System) tentunya akan lebih baik lagi.

b. Daftar bengkel Chevrolet

Siapkan daftar bengkel Chevrolet baik bengkel resmi maupun bengkel alternatif-spesialis. Hal ini diperlukan mengingat tidak setiap bengkel mampu dan mengenal karakter Blazer, alih-alih mendapatkan solusi justru semakin bermasalah. Informasi tentang jaringan bengkel resmi Chevrolet dapat diperoleh pada bengkel langganan sedangkan daftar kontak bengkel-bengkel alternatif-spesialis dapat diperoleh pada mailing list klub Blazer seperti blazer_montera@yahoogroups.com atau bic@yahoogroups.com.

c. Daftar Frekuensi Radio Amatir

Radio amatir bermanfaat untuk dapat mendengarkan atau meminta informasi tentang kondisi jalan yang akan dilalui karena biasanya pada saat mudik ada bantuan komunikasi dari organisasi amatir radio seperti RAPI (Radio Antar Penduduk Indonesia) dan ORARI (Organisasi Radio Amatir Republik Indonesia).

Daftar frekuensi kerja dari setiap organisasi radio amatir tersebut dapat diperoleh pada kantor perwakilan di daerah masing-masing atau dapat pula dicari menggunakan mesin pencari di Internet.

d. Daftar Frekuensi Radio Daerah

Radio negeri atau swasta daerah seringkali memberikan informasi mudik, ada baiknya frekuensi tersebut dicatat atau direkam dalam memori radio mobil untuk memudahkan navigasi.

e. Daftar Alamat Web Streaming

Bagi yang memiliki koneksi internet bergerak dan takberbatas (unlimited) dapat memanfaatkan layanan live streaming dari beberapa penyedia layanan seperti http://rttmc-hubdat.web.id/rttmc2009/kamera/kamera-peta.php dan masih banyak lagi yang dapat dicari menggunakan mesin pencari.

f. Peralatan

Siapkan alat-alat seperti kunci-kunci, kabel jumper, kabel derek, dongkrak dan sebagainya. Khusus bagi pengguna Blazer yang sudah tidak memiliki dongkrak asli, pastikan dongkrak yang dimiliki mempunyai kemampuan mengangkat beban minimal dua ton, mengingat berat kosong Blazer adalah sekitar dua ton.

g. Air mentah

Siapkan air mentah setidaknya 5 liter untuk berjaga-jaga kekurangan air radiator atau untuk sekedar cuci tangan. Pengisian air radiator cukup melalui tabung reservoir dan diisi hanya sampai batas setengah tabung tersebut. Radiator original Blazer tidak memiliki lubang pembuangan sehingga mengganti air radiator harus dilakukan dengan menyirkulasikannya. Bagi yang menggunakan radiator collant dianjurkan menggunakan yang bebas silikat, karena selain tidak ramah lingkungan dapat mempercepat timbunya karat pada radiator, mesin, dan pemanas (heater). Gunakan perbandingan radiator collant 50/50.

h. Makanan minuman

Siapkan makanan dan minuman untuk menjaga kondisi tubuh, namun sangat tidak disarankan untuk makan dan minum sambil mengemudi. Apabila harus makan dan minum sebaiknya bergantian mengemudi atau berhenti di tempat yang aman.

i. APAR

APAR (Alat Pemadam Api Ringan) dapat disiapkan sebagai bentuk preventif jika terjadi kebakaran minor pada kendaraan. Pastikan APAR yang disiapkan memang siap digunakan segera.

2. Inspeksi awal yang perlu dilakukan

a. Cek POWER

Sebelum berangkat cek sendiri kondisi kendaraan dengan acuan sebagai berikut.

P (Petrol) atau bahan bakar, pastikan jumlahnya cukup sampai di titik pengisian berikutnya.

Oil (Oli) seperti oli mesin, oli transmisi, minyak rem, minyak power steering, pastikan jumlahnya sesuai takaran.

W (Water) meliputi air pembersih kaca, air radiator dan pastikan jumlahnya cukup.

E (Electricals) pastikan sistem kelistrikan dalam kondisi baik mengingat Blazer memiliki banyak sensor dan sangat bergantung kepada kelistrikan yang ada, untuk meyakinkan kondisi kelistrikan Blazer dapat dilakukan cek pada bengkel yang memiliki modul Tech-1, sedangkan untuk cek kelistrikan yang dapat dilakukan sendiri antara lain kondisi lampu utama, lampu penunjuk arah, lampu kota (lampu senja/lampu parkir) dan sebagainya.

• R (Rubber) meliputi kondisi ban, karet penyapu kaca, selang-selang pastikan tidak retak-retak karena usia.

b. Cek di Bengkel

Bengkel biasanya memiliki standar titik-titik cek (check points) untuk kendaraan yang sedang diservis atau check-up. Untuk Blazer pastikan melakukan check-up pada bengkel yang memiliki modul Tech-1. Tech-1 ini adalah modul untuk berkomunikasi dengan ECU Blazer sehingga dapat digunakan untuk mengetahui kondisi kendaraan seperti kadar oktan bahan bakar atau untuk menyesuaikan beberapa hal seperti kadar karbon monoksida (CO).

3. Mengemudi

a. Mengemudi Defensif

Selalu berprinsip “Yang waras ngalah”. Keselamatan manusia baik yang di dalam maupun yang di luar kendaraan adalah hal utama. Untuk menjadi pengemudi yang defensif harus memenuhi 4A yaitu Awareness (Kesadaran), Alertness (Kewaspadaan), Attitude (Sikap Mental), Anticipation (Antisipasi/Reaksi). Selain hal tersebut sebagai pengemudi defensif harus bersifat Altruistic (mengutamakan kepentingan umum dan pemaaf), Kindness (berbaik hati), Calmness (Ketenangan dan tidak tegang), Social Responsibility (tanggung jawab sosial dengan mengontrol emosi dan berbagi hak di jalan). Ajak keluarga atau rekan lain yang berada dalam kendaraan untuk bersama-sama memahami mengemudi yang defensif. Hal ini diperlukan mengingat mereka memiliki potensi sebagai gangguan selama perjalanan.

b. Waktu Istirahat

Ketahui waktu-waktu ngantuk diri atau kondisi-kondisi yang dapat mengurangi konsentrasi selama mengemudi sehingga dapat direncanakan waktu istirahat selama perjalan mudik.

Istirahatlah selama 30 menit setiap 2 jam atau 4 jam. Daya tahan tubuh untuk mengemudi dengan baik secara akumulatif rata-rata adalah 12 jam, jadi jangan pernah mengemudi selama 12 jam dalam kurum waktu 24 jam.

Jangan paksa tubuh hanya dengan makanan/minuman suplemen, pastikan untuk tetap beristirahat meski telah mengonsumsi makanan/minuman suplemen.

c. Sabuk Keselamatan

Blazer tipe SOHC dilengkapi dengan 2 sabuk keselamatan, sedangkan tipe DOHC dilengkapi dengan 4 sabuk keselamatan dan 2 children restraint di jok bagian belakang. Di semua tipe Blazer sabuk keselamatan menggunakan sistem aktif, yang akan mengunci sendiri ketika ada guncangan atau tabrakan. Children restraint digunakan sebagai pengikat sabuk keselamatan agar dapat dengan tepat mengikat anak kecil pada tulang-tulang terkuat mereka. Pastikan sudah mengenakan sabuk keselamatan sebelum menggerakkan kendaraan.

d. Jaga Jarak Aman

Jaga jarak aman setidaknya tiga detik (Three seconds rule) dari kendaraan di depan. Hal ini atas dasar 1 detik sebagai reaksi pengemudi terhadap lingkungannya, 1 detik sebagai reaksi perangkat penghenti laju kendaraan, dan 1 detik sebagai safety factor.

Untuk dapat mengetahui jarak tiga detik, lihat ketika kendaraan di depan melintasi sesuatu seperti tiang listrik, rambu lalu-lintas, dan sebagainya, selanjutnya mulai berhitung “One thousand and one, one thousand and two, one thousand and three” ketika mengucapkan “one thousand and three” dan posisi kendaraan kita sejajar dengan tiang listrik atau rambu lalu lintas tersebut maka jarak kita adalah 3 detik.

e. Teknik Pengereman

Blazer dilengkapi dengan ABS (Anti-Lock Brake System) pada kedua roda belakangnya. Hal ini untuk mencegah terkuncinya roda belakang yang berisiko oversteer dan melintir atau bahkan terguling. Karena ABS hanya ada pada roda belakang maka tetap diperlukan teknik pengereman pulse atau threshold pada kondisi pengereman darurat.

Teknik Pulse dilakukan dengan menendang pedal rem berkali-kali sampai kendaraan benar-benar berhenti.

Teknik Threshold dilakukan dengan menginjak pedal rem sampai pada titik kritis atau hampir terkunci kemudian lepas, injak lagi sampai titik kritis, lepaskan dan seterusnya sampai kendaraan berhenti.

f. Mengemudi Dalam Hujan

Jika hujan lebat dan pandangan cukup terganggu cukup nyalakan lampu besar bukan lampu darurat (hazard). Ingat menyalakan lampu bukan hanya karena kita perlu melihat jalan, namun juga karena agar pengemudi kendaraan lain dapat melihat posisi kita (be seen).

Jangan bermanuver, berakselerasi, dan menghentikan laju kendaraan secara mendadak karena traksi roda terhadap jalan berkurang dan akan dapat membahayakan diri sendiri atau pengguna jalan lain.

Hindari genangan air, terlebih yang tidak diketahui kedalamannya. Jika terpaksa melintasi genangan air yang cukup tinggi gunakan gigi rendah kan kecepatan konstan. Risiko yang terjadi jika melintasi genangan air adalah berkurangnya traksi roda dan berkurangnya pula kemampuan sistem penghenti laju kendaraan serta yang terburuk adalah mesin dapat menghisap air dan masuk ke ruang bakar sehingga terjadi kerusakan mesin disebabkan water hammer. Dapat pula terjadi, air genangan menyiram koil sehingga menyebabkan kendaraan mogok. Beberapa pemilik Blazer memindahkan koil ke posisi lebih ke atas untuk menjaga hal-hal yang tidak diinginkan tersebut. Setelah melewati genangan air, keringkan rem dengan menginjak setengah pedal rem dengan kaki kiri.

g. Penggunaan Isyarat Lampu

Untuk berbelok nyalakan lampu penunjuk arah (sein) setidaknya 50 meter sebelum tikungan. Nyalakan lampu penunjuk arah sebelum berpindah jalur agar pengemudi kendaraan lain dapat mengerti dan memberikan kesempatan.

Dalam keadaan darurat gunakan lampu darurat (hazard). Sesuai namanya lampu darurat hanya digunakan ketika kondisi darurat seperti berhenti karena ada masalah dengan kendaraan. Selain itu jika menyalakan lampu darurat akan mengakibatkan pengemudi lain silau dan kebingungan ketika kendaraan yang sedang menyalakan lampu darurat berpindah jalur.

h. Membaca Indikator

Berikut informasi yang disampaikan oleh indikator pada panel dashboard Blazer

• Suhu

Indikator suhu bergerak sesuai temperatur mesin. Pada temperatur 103oC kipas elektrik akan berputar dan akan menurunkan temperatur sampai 80oC dan kemudian berhenti. Disarankan untuk selalu menyalakan kipas elektrik kedua dengan cara menghidupkan AC. Beberapa pengemudi Blazer melakukan jumper saklar sehingga apabila saklar AC pada posisi ON kedua kipas elektrik langsung menyala. Hal ini efektif untuk menjaga temperatur di 60oC, namun sangat tidak disarankan karena akan membuat bahan bakar lebih boros. Boros disebabkan ECU akan memerintahkan asupan bahan bakar lebih banyak agar mesin cepat sampai pada temperatur kerja ideal.

• Tekanan Oli

Jarum tekanan oli pada saat mesin dinyalakan dan masih dingin akan menyentuh nilai 500kPa. Ketika mencapai temperatur ideal kerja mesin jarum akan menunjukkan posisi antara 125kPa-250kPa dan akan bergerak seiring kedalaman pedal gas. Jika tekanan oli tidak menunjukkan hal tersebut maka ada kemungkinan oil switch kotor atau rusak, dapat pula waktunya ganti metal.

• Bahan Bakar

Kapasitas tanki bahan bakar Blazer yang cukup besar yaitu 68 liter dan bentuknya memanjang menyebabkan jarum penunjuk seringkali tidak stabil. Jarum akan naik ketika posisi kendaraan menurun, demikian pula sebaliknya. Usahakan tanki selalu terisi di atas setengah demi menjaga keawetan pompa bensin.

• Kelistrikan

Jarum indikator kelistrikan menunjukkan voltase baterai dan ketika mesin hidup akan menunjukkan voltase pengisian baterai. Voltase pengisian baterai adalah di angka 13,8V.

• Baterai

Lampu indikator baterai menyala menunjukkan baterai dalam kondisi baik, namun apabila menyala perlahan ketika mesin hidup maka sistem pengisian sedang bermasalah.

• Rem Tangan

Lampu indikator rem tangan menyala menunjukkan rem tangan dalam kondisi baik, namun apabila menyala meskipun rem tangan sudah diturunkan berarti ada masalah dalam sistem penghenti laju kendaraan seperti kebocoran minyak dan sebagainya. Kebocoran minyak yang disebabkan rusaknya seal dapat diganti menggunakan milik kendaraan lainnya yang ukuran dan bentuknya sama. Jangan kuatir jika terjadi kebocoran, reservoir minyak rem terdiri dari 2 ruangan sehingga apabila ada kebocoran tidak akan menghabiskan minyak rem dan kendaraan masih bisa dihentikan.

• Sabuk Keselamatan

Lampu indikator sabuk keselamatan hanya ada pada Blazer varian DOHC yang akan berkedip jika sabuk pengemudi tidak terpasang dan akan memberikan suara peringatan.

• Engine Check

Lampu indikator engine check atau biasa disebut helikopter menyala ketika mesin mati menunjukkan sensor tersebut dalam kondisi baik. Jika menyala dalam kondisi mesin hidup maka perlu dilakukan pemeriksaan terhadap sistem bahan bakar, penyalaan (ignition), dan sistem kontrol emisi. Kendaraan masih relatif aman untuk dijalankan.

• Check Gages

Lampu indikator check gages menyala ketika mesin mati menunjukkan sensor tersebut dalam kondisi baik. Jika menyala dalam kondisi mesin hidup maka perlu dilakukan pemeriksaan terhadap indikator jarum yang mungkin berada pada titik merah (warning zone). Sebaiknya kendaraan tidak dijalankan.

4. Kondisi Darurat

a. Pecah Ban

Tetap tenang, pertahankan arah, kurangi kecepatan secara halus dan gradual, periksa lalu lintas sekitar dan kemudian pinggirkan kendaraan. Tidak perlu kuatir Blazer masih stabil berjalan dengan 3 roda.

b. Mesin Mati Mendadak

Periksa lalu lintas sekitar, berikan sinyal menepi, setelah berhenti nyalakan lampu darurat (hazard), pasang segitiga pengaman. Jika kemungkinan disebabkan oleh hal-hal sebagai berikut.

• Pompa bahan bakar, tunggu sesaat, coba lagi nyalakan mesin. Jika masih belum berhasil coba gedor tanki tanki bahan bakar sambil dinyalakan mesin, jika tidak berhasil juga panggil bantuan. Untuk memastikan pompa bensin yang bermasalah dapat dilakukan dengan menyalakan mesin sambil menekan pentil jalur bahan bakar di ruang mesin, jika bahan bakar menyembur maka pompa bensin dipastikan baik-baik saja.

• Kelistrikan lainnya, tunggu sesaat, coba nyalakan mesin. Jika tidak berhasil segera panggil bantuan.

c. Understeer

Understeer adalah kondisi mobil tidak mau berbelok meski roda kemudi sudah diputar. Langkah yang harus dilakukan adalah jangan banting stir, kurangi putaran roda kemudi secara halus dan bertahap, kurangi tekanan pedal gas secara halus untuk mengembalikan titik berat bagian depan mobil agar traksi roda depan pulih kembali.

d. Oversteer

Oversteer adalah kondisi bagian belakang mobil terlempar menjauhi tikungan (melintir). Langkah yang harus dilakukan adalah hindari akselerasi atau deselerasi secara mendadak dan tiba-tiba, lakukan countersteer, dan akselerasi secara halus dan bertahap.

e. Rem Blong

Segera injak/pompa pedal rem berkali-kali untuk mengembalikan daya rem. Lakukan deselerasi dengan memindahkan transmisi pada posisi lebih rendah. Gunakan rem tangan untuk membantu pengereman.

Arahkan ke tempat yang dapat dengan aman menghentikan laju mobil, seperti trotoar, pohon, tembok, dan sebagainya.

f. Kebakaran

Segera pinggirkan dan keluar dari kendaraan. Jika kebakaran kecil manfaatkan APAR yang sudah tersedia.

Penyusun:

Adrianto Sugiarto Wiyono

Kontributor:

Donnie Kamarwan (BIC)

Suharta Heru Pujiono (BIC)

R.M. Anantha Toenggadewa (BIC)

Ridhuan Wahyudi (BIC)

Bintarto Agung (IDDC) Dodi Budiono Sumantri (IDDC)

Anggota Blazer Indonesia Club

Anggota mailing list blazer_montera

Anggota forum Seraya Motor, Blazer masih worthed gak?

Referensi:

http://www.bic.or.id

http://groups.yahoo.com/group/blazer_montera

http://groups.yahoo.com/group/bic

http://www.serayamotor.com

Anonim, Pedoman Untuk Pemilik Opel Blazer.

Anonim, Ford Driving Skills For Life, 2009

Anonim, Aman di Jalan, AutoBild

Anonmim, Undang-undang No.22 tahun 2009

Sam Poo Kong yang Mengecewakan

16 Mar

Seusai mendampingi mahasiswa Akademi Pimpinan Perusahaan Program Studi Perdagangan Internasional yang telah melaksanakan kunjungan ke PT. Pelindo 3 dan Pelabuhan Peti Kemas Tanjung Emas Semarang tujuan perjalanan selanjutnya adalah ke kuil Sam Poo Kong sebagai tempat petilasan Laksamana Cheng Ho dan merupakan salah satu ciri khas Semarang selain Tugu Muda, Lawang Sewu, dsb.

Ternyata tiket masuknya murah meriah untuk warga Indonesia yaitu Rp3.000, sedangkan untuk warga asing memang jauh lebih mahal yaitu Rp10.000. Wah alangkah murahnya untuk mengenal sejarah dan agar dapat mengetahui perkembangan Islam yang dibawa oleh Laksamana Cheng Ho serta mengenal bagaimana toleransi beragama yang dilaksanakan oleh sang Laksamana.

Ternyata…..
Tiga ribu rupiah tersebut hanya untuk di area pelataran kuil, untuk masuk ke area kuil khusus yang akan bersembahyang dan dikenakan tiket masuk Rp20.000… WHATT…????

Sam Poo Kong berarti Gua Batu dan gua batu ini adanya di area kuil, selain itu di area kuil juga terdapat relief yang menceritakan tentang Laksamana Cheng Ho, jadi apakah yang boleh tau tentang gua batu ini dan cerita/sejarah Laksamana Cheng Ho bersama peninggalannya hanya orang-orang tertentu yang punya niat beribadah di situ dan membayar sebesar Rp20.000..?!?!?

Laksamana Cheng Ho adalah muslim kemudian tentunya jika ini adalah petilasannya beliau pun juga sholat di sini, tapi ternyata fasilitas sholat di area ini tidak ada dan benar2 hanya kuil untuk beribadah untuk agama Tao maupun Kong Hu Cu, padahal harapannya dengan mengunjungi kuil Sam Poo Kong ini akan melihat suatu tempat yang dapat digunakan sebagai tempat beribadah agama Tao atau Kong Hu Cu bersama-sama dengan Islam sehingga terlihat bentuk toleransi beragama yang baik.

Apakah Tiongkok selalu Tao dan Kong Hu Cu…??!?!? Islam masuk ke Indonesia salah satunya adalah dari Tiongkok terutama penyebaran di daerah timur Indonesia. Sunan Ampel pun juga orang Tiongkok dengan nama aslinya Bong Swie Ho.

Jadi benarkah kuil Sam Poo Kong ini untuk mengenang dan menghormati Laksamana Cheng Ho..??

referensi
http://www.suaramerdeka.com/harian/0508/02/opi3.htm
http://id.wikipedia.org/wiki/Cheng_Ho
http://id.wikipedia.org/wiki/Kuil_Sam_Poo_Kong