Emansipasi untuk Kartini atau untuk semua Wanita

21 Apr

Hari Kartini 2007 lalu aktris senior Christine Hakim mengatakan kurang-lebih sebagai berikut “Hanya R.A. Kartini itulah yang merasa tertindas dan terasing padahal sesungguhnya wanita lain di luar tembok kadipaten tidak bermasalah dengan hal itu”

Mungkin jg ada benarnya, karena masa kecil Kartini dihabiskan di balik tembok kadipaten kemudian dirinya merasakan sekolah setingkat SD dan selanjutnya dipingit kemudian menikah dan tetap di dalam tembok kadipaten. Nampak dari situ bahwa Kartini merasa tidak punya kebebasan berekspresi sedangkan wanita lain di luar tembok mereka lebih punya kebebasan dan waktu yang lebih banyak untuk bergaul/bermain karena mungkin mereka tidak mampu merasakan bangku pendidikan.

Jadi mungkinkah emansipasi Kartini hanya sebatas pada masa kecil Kartini yang kurang bahagia?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: