Wisuda Pascasarjana UGM

25 Apr

Jam 6 pagi para wisudawan diminta untuk melakukan registrasi kepada petugas di Graha Sabha Pramana (GSP). Seusai registrasi para wisudawan berbaris di sisi timur GSP sesuai dengan jurusan masing-masing untuk kemudian berjalan menuju ruang wisuda.

Pada saat para wisudawan pascasarjana Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta memasuki GSP ada hal yg menarik, yaitu disambut dengan gamelan Jawa, benar-benar khas Yogyakarta. Nampaknya akan lebih menarik jika di depan wisudawan dikawal oleh “Manggala Yudha” (Panglima Perang) dengan membawa tombak dan panji-panji kebesaran UGM agar semakin kental “rasa” Yogya-nya. Selain itu jika ada pengawalan akan memberikan nuansa bahwa wisudawan adalah aset bangsa atau aset universitas yang luar biasa.

Prosesi upacara wisuda berlangsung sekitar 3 jam dengan mengesahkan wisudawan sekitar 900an orang dengan kurang lebih 16 Doktor dan sisanya adalah dari program Magister. Terlihat bahwa jumlah mahasiswa dengan jumlah program studi kurang proporsional. Terbanyak dari Fakultas Ekonomika dan Bisnis, sedangkan dari Fakultas Kehutanan dan Filsafat hanya ada 2 orang. Pantas saja hutan Indonesia makin gundul dan banyak masalah yang tak terselesaikan, yang semakin banyak adalah orang yang berlomba-lomba memperkaya diri🙂

Pendidikan kehutanan berbanding lurus dengan kondisi hutan
Pendidikan filsafat berbading lurus dengan terselesaikannya masalah

4 Tanggapan to “Wisuda Pascasarjana UGM”

  1. Iqbal Masril Djanaik 25 Maret 2009 pada 16:10 #

    Assalamu ‘alaikum Wr.Wb;
    Selamat Sore;
    Waduh….sangat gawat…..harus banyak pakar kehutanan minimal 50 orang tamatan sarjana dan 10 orang tamatan magister kehutanan, supaya masalah hutan dapat diselesaikan dengan ilmuwannya karena Allah SWT dan Rasul Muhammad SAW, semoga hutan kita dilindungi ilmuwan kehutanan yang dilindungi pemerintah Republik Indonsia. Amin ya rabbal ‘alamin.
    ayolah calon sarjana kehutanan majulah ……..capailah menadi magister kehutanan dan doktor kehutanan untuk negeri ini……….ayo…….maaaaaaaaf.

    • Rian 27 Maret 2009 pada 11:05 #

      Yg penting setelah lulus dan dpt gelar panjang, benar-benar mengurus hutannya Pak..😀

  2. Iqbal Masril Djanaik 25 Maret 2009 pada 16:15 #

    Assalamu ‘alaikum Wr.Wb;
    Selamat Sore;
    Waduh….sangat gawat…..harus banyak pakar kehutanan minimal 50 orang tamatan sarjana dan 10 orang tamatan magister kehutanan, supaya masalah hutan dapat diselesaikan dengan ilmuwannya karena Allah SWT dan Rasul Muhammad SAW, semoga hutan kita dilindungi ilmuwan kehutanan yang dilindungi pemerintah Republik Indonesia. Amin ya rabbal ‘alamin.
    ayolah calon sarjana kehutanan majulah ……..capailah menjadi magister kehutanan dan doktor kehutanan untuk negeri . ini……….ayo…….maaaaaaaaf. cita-cita memperkaya diri ndak usah deeeehhhhhhh, capek lagi kayak banget lhooo, zakat……..pajaknya………..ketakutan ndak mau miskin………., toh kita diperintahkan firman Tuhan merencanakan dan mengembangkan planet Bumi menjadi lebih baik dan terbaik untuk kita juga, kan. maaf…..

    terima kasih.

  3. Iqbal Masril Djanaik 25 Maret 2009 pada 16:17 #

    Pendidikan kehutanan berbanding lurus dengan kondisi hutan
    Pendidikan filsafat berbading lurus dengan terselesaikannya masalah

    ya, saya sangat setuju dengan pemikiran seperti ini, amin ya rabbal ‘alamin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: