Pengajar dan Pendidik

2 Mei

Di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) tertulis bahwa mengajar adalah memberi petunjuk untuk diketahui atau diturut sedangkan mendidik adalah memelihara dan memberi latihan, pimpinan mengenai akhlak, dan kecerdasan pikiran.

Terlihat bahwa fungsi mendidik lebih luas cakupannya. Sebagai guru mupun dosen tentu dituntut tidak hanya sebagai pengajar namun juga pendidik bahkan di UGM menggunakan istilah pengampu yang dalam KBBI berarti wali, orang tua, pembimbing, penyangga, penyokong, penopang, meskipun belum semua dosen UGM bisa menjadi pengampu.

Jika sekedar hanya mengajar, tentu hampir setiap orang bisa melakukannya yaitu cukup dengan satu kalimat “Silakan baca petunjuknya di buku” beres. Nah, untuk mendidik perlu lebih kreatif karena menyangkut akhlak dan kecerdasan pikiran. Mungkin contoh mendidik seperti pada cerita “Nunut (numpang) Berqurban“. Sebagai pengampu tentu lebih besar lagi kreatifitas yang dibutuhkan karena dia jg harus sebagai orang tua/wali yg harus siap sedia sewaktu-waktu jika murid/mahasiswanya bertanya atau membutuhkan bantuannya sebagai bentuk penyangga ilmu pengetahuan.

Pilih yg mana?

  1. Pengajar => cukup berikan buku dan tinggalkan kelas, sampai masa ujian datang, tutup semua akses terhadap diri, jgn berikan no HP, jgn berikan alamat, jgn balas sms murid/mahasiswa, sibukkan diri dengan proyek-proyek untuk menambah kepingan emas dan deposito, kultuskan diri, buat image bahwa dosen adalah sumber ilmu pengetahuan,
  2. Pendidik => jelaskan isi buku, berikan PR dan latihan, menjadi contoh.
  3. Pengampu => bertanggung jawab atas ilmu pengetahuan, mengembangkan diri, membalas sms murid/mahasiswa (selama msh ada pulsa dan relevan dg keilmuan), tidak menutup akses, berikan alamat rumah, tlp rumah agar murid/mahasiswa dpt menghubungi, siap membantu meskipun murid/mahasiswa telah lulus, membimbing murid/mahasiswa tidak hanya dalam hal keilmuan, mengembangkan kreatifitas mahasiswa, berlaku seperti orang tua murid/mahasiswa.

Jika lebih penting proyek daripada murid/mahasiswa dengan alasan bayaran dosen adalah 1 DOS isinya SEN maka sebaiknya mengundurkan diri saja.

Selamat Hari Pendidikan Nasional 2008
Maju terus Pendidikan Indonesia

2 Tanggapan to “Pengajar dan Pendidik”

  1. taufiqul anwar 8 Mei 2008 pada 11:45 #

    saya sudah sependapat sama bapak, namun saya disini hanya ingin menambai saja, bahwa mendidik itu selalu mengawasi gerak-gerik simurid, apabila mereka bertindak tidak sesuai dengan aturan-aturan(nilai dan norma) maka sipendidik secara sepontan langsung mengingatkan kepada mereka..

  2. taufiqul anwar 8 Mei 2008 pada 11:56 #

    saya sudah sependapat sama bapak, namun saya disini hanya ingin menambai saja, bahwa mendidik itu selalu mengawasi gerak-gerik simurid, apabila mereka bertindak tidak sesuai dengan aturan-aturan(nilai dan norma) maka sipendidik secara sepontan langsung mengingatkan kepada mereka..apakah anda keberatan menjadi teman curhat saya adalah pelajar yang baru saja melaksanakan ujian ahir. namun habis itu saya mengalami kebingungan (apa yang harus saya lakukan setelah ini) karena saya akan melanjutkan belajar saya, namaun orang tua saya sudah tidak mampu. maukah anda menjadi sahabat/guru saya? apabila saya mengalami kesulitan, bisakah anda membantu saya? dan saya kurang paham (URI) jadi saya isi ngawur. dan kalau boleh,saya minta email anda.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: