Kalau Semua Pemilih bisa Memilih Maka Partai Saya Bisa Menang

16 Apr

Beberapa pembesar partai yg merasa hasil pemilu legislatif tidak memuaskan mereka mempersoalkan DPT (Daftar Pemilih Tetap). Ada beberapa kemungkinan mereka mempersoalkan ini yaitu

  • Memang merasa harus memperjuangkan kebenaran
  • Sekedar melampiaskan emosi sesaat alias curcol (curhat colongan)
  • Tidak paham ilmu statistik

Jika memang demi kebenaran tentunya pertanyaan selanjutnya, kebenaran yg seperti apa karena menurut epistemologi ada beberapa jenis kebenaran, seperti kebenaran subjektif, kebenaran objektif, kebenaran universal, kebenaran doktrin dsb. Nah jika hanya kebenaran subjektif yg artinya kebenaran menurut diri sendiri atau partainya sendiri apa artinya..???

Bagi yg melampiaskan emosi sesaat nampaknya saat ini adalah waktu yg tepat seperti kata bijak dari Kwai Chang Caine (David Caradine) dalam film seri KungFu The Legend Continues “Jika engkau marah, rengkuhlah kemudian lepaskanlah”.

Dari tijauan ilmu statistik, mereka tentunya sudah mengenal adanya distribusi normal dan sampel. Warga Negara Indonesia yg telah memiliki hak pilih adalah populasi, mereka yg terdaftar pada DPT adalah sampel. Nah dengan sampel lebih dari 50% tentunya sudah cukup mewakili suara rakyat Indonesia. Jika mereka yg tidak berhasil melakukan pemilihan calon legislatif saat ini pun diminta memilih maka akan membentuk susunan dan urutan kemenangan partai yg berdistribusi normal seperti pada saat ini. Artinya siapa yg menang dan kalah akan sama saja dengan perbedaan atau selisih atau simpangan yg tidak berbeda jauh.

Jadi, pernyataan ‘kalau semua pemilih bisa memilih maka partai saya bisa menang’ kecil kemungkinan terjadi. Tentunya dengan demikian seharusnya diterima saja hasil saat ini karena mungkin saja itu hasil dr seleksi alam yg memang skenario Tuhan atau mau mengikuti pernyataan seorang pimpinan partai besar yg pada beberapa tahun lalu mengatakan “Ah, saya ga percaya dengan statistik”. Nampaknya perlu dimaklumi karena mungkin beliau tidak pernah sekolah yg mencapai tingkat penelitian atau mungkin tidak pernah melakukan penelitian kuantitatif. Who knows..

Mari kita makmurkan negeri ini dengan kepala dingin… HIDUP INDONESIA…!!!!😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: