Sedikit Evaluasi tentang Pelatihan Aman Berkendara

20 Sep

Kemarin ketika kopdar dapat laporan bahwa pada saat dilaksanakan suatu pelatihan aman berkendara di Bogor justru memakan korban. Meski tidak sampai meninggal atau luka berat namun lebih kurang sedikit cedera pasti ada, belum lagi rusaknya kendaraan yg digunakan. Mengingat kabarnya bahwa si pengendara tubuhnya cukup kecil dan tertimpa sepeda motor seberat 148kg (kosong dan berhenti). Tentunya jika ditambah gaya dari lajunya kendaraan dan isi bahan bakar serta oli bisa mencapai 200kg. Fiiuuhhh…..

Bagaimana kecelakaan ini terjadi..??

Hal ini berawal dari instruksi dari instruktur pada saat sesi teknik pengereman mendadak/emergency brake/sudden brake. Instruksinya adalah rem habis depan dan belakang tanpa meremas kopling. Sudah tentu siapapun yg membaca tulisan ini tahu apa efeknya…
Mungkin instruktur bisa berkilah, “Lho yg lain buktinya banyak yg tidak apa-apa koq”. Tentunya hal yg berkaitan dg kilah tersebut adalah pertanyaan “Yang selamat meski melanggar lalu lintas juga banyak kan?” disusul dengan “Jadi buat apa diadakan pelatihan aman berkendara?”.
Kecelakaan ini bukan yg pertama, karena pernah kejadian sebelumnya dg penyebab yg sama ketika diadakan pelatihan aman berkendara di WTC Mangga Dua beberapa waktu lalu. Untungnya ketika di WTC Mangga Dua sang pengendara tidak sampai terpelanting dan tertimpa sepeda motornya.
Penyelenggara selalu menyatakan mengacu standar MSF (Motorcycle Safety Foundation) Amerika. Menariknya teknik pengereman ini tidak ditemui dalam pratice guide dari MSF, entah jika poin ini terlewat saya baca atau mungkin inovasi baru dari penyelenggara.
Selain kejadian tersebut dari berbagai laporan yang masuk dan dicoba untuk dikaji, berikut beberapa poin yg mungkin perlu sebagai perhatian

  1. Pada pengereman darurat (emergency braking), peserta akan diminta mengerem tanpa melakukan kopling, sehingga kendaraan berhenti krn 2 hal, 1 rem, 2 matinya mesin. Namun tolong perhatikan apa yg terjadi jika mesin mati mendadak disebabkan semua komponen di dalamnya mengunci..?? ? kita tidak akan punya kontrol thd kendaraan dan risiko merusak komponen mesin (ingat sepeda motor ini berat kotornya sesuai buku adalah 230kg);
  2. Pada saat praktikum “bumpy road” oleh “trainer” pengendara dilarang mengangkat pantat. Pertanyaanya kenapa tidak boleh? bukannya dg mengangkat pantat mengurangi beban thd tulang belakang shg kemungkinan cedera tulang belakang pun dpt dihindari, selain itu sy belum ketemu referensi dari mana pun yg melarang pengangkatan pantat ini, termasuk dari MSF. Entah jika ada referensi yg terlewat sy baca;
  3. Masih berkaitan dg bumpy track, balok yg digunakan terlalu besar dan masih berbentuk siku shg menyulitkan pengendara dan agak menyiksa kendaraan. Sebelum melewati bumpy track ternyata instruktur tidak mengenalkan terlebih dahulu cara melalui bumpy track dg baik spt standing attack position atau sitting down attack position atau cara2 spt yg dilakukan untuk berkendara off-road.

Mengingat sudah terjadi lebih dari sekali apakah tidak ada tinjauan dan evaluasi dari penyelenggara..?? Jika memang tidak tentunya sangat disayangkan sehingga pelatihan ini hanya sekedar membuang energi, waktu, dan uang. Entah jika memang diniatkan yg lainūüôā
Justru mungkin publik pengguna jasa si penyelenggara perlu mempertanyakan apa sih kompetensi penyelenggara..?? apakah penyelenggara punya sertifikat sebagai instruktur pelatihan aman berkendara..?? jangan2 sertifikat pernah mengikuti pelatihan aman berkendara pun tak punya..?? jika demikian apabila penyelenggara mengeluarkan sertifikat bagaimana keabsahan sertifikat tersebut..?? jika memang isi pelatihan mengacu kepada MSF, apakah penyelenggara sudah mendapatkan ijin untuk menggunakan standarnya dalam melaksanakan pelatihan..?? setidaknya pernahkan penyelenggara mengikuti pelatihan yg diadakan MSF..??
Penyelenggaraan ini jika ditinjau dari UU No.22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan mungkin pasal2 berikut dapat sebagai acuan.
Ruang Lingkup Keberlakuan UU pd pasal 4c
Kegiatan yang berkaitan dengan registrasi dan  identifikasi Kendaraan  Bermotor  dan  Pengemudi,  pendidikan  berlalu lintas,  Manajemen  dan  Rekayasa  Lalu  Lintas,  serta penegakan hukum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.
Pasal 78 ayat 1
Pendidikan  dan  pelatihan  mengemudi  diselenggarakan oleh  lembaga  yang mendapat  izin  dan  terakreditasi  dari Pemerintah.
Jadi silakan menilai sendiri penyelenggaraan kegiatan pelatihan aman berkendara tersebut.
Masa’ sih katanya mau mengajak tertib berlalu-lintas tapi ‘mungkin’ nampaknya justru bertentangan dg UU tersebut.ūüôā
Yuk mari kita tertib berlalu-lintas dan selalu melatih mental dan kemampuan kita serta berpikiran terbuka sehingga tidak jatuh korban sia-sia. sehingga tidak harus mengingatkan kita kepada anekdot sbb.

 

Penumpang Becak: “Bang, ke depan situ berapa?”
Abang Becak: “Sepuluh ribu”
Penumpang Becak: “Ah, dua ribu aj, biasa juga segitu koq”
Abang Becak: “Ok”
Setelah beberapa saat berjalan BRAAAKKK….
Penumpang Becak: “Adduuhh… Abang gimana sih koq ugal2an, nabrak kan kita…”
Abang Becak: “Murah koq mau selamat”

Mohon maaf jika ada yg kurang berkenan atas tulisan ini, semua hanya demi aman di jalan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: